Category Archives: Berita Bola

Gareth Southgate Inggris

Gareth Southgate Akan Dikontrak MU Untuk Gantikan Solskjaer?

Liga Inggris – Tanda tanya soal manajer baru Manchester United semakin memanas. Pelatih Tim nasional Inggris, Gareth Southgate diberitakan masuk bursa calon manajer anyar The Red Devils.

Manchester United saat ini ditangani oleh Ole Gunnar Solskjaer. Pelatih berkebangsaan Norwegia itu diangkat menjadi manajer permanen MU setelah menjalani periode yagn sukses sebagai manajer sementara The Red Devils.

Namun belakangan ini ada banyak desakan agar mantan manajer Molde FK tersebut mundur dari jabatannya. Ini tidak terlepas dari performa MU yang kurang stabil semenjak Solskjaer diangkat sebagai manajer tetap.

Dilansir dari Info Sepakbola Terupdate, Manchester United tengah menjaring calon-calon potensial untuk manajer baru mereka. The Red Devils diberitakan cukup tertarik merekrut Gareth Southgate sebagai manajer baru mereka.

Menurut laporan dari Info Sepakbola Terupdate tersebut, Manajemen MU terkesan dengan pekerjaan Southgate bersama Timnas Inggris. Sang pelatih berhasil mengubah skuat The Three Lions menjadi penantang gelar yang serius. Performa Tim nasional Inggris juga dinilai stabil di bawah kepemimpinan Southgate.

Selain itu Southgate juga seringkali memberikan kesempatan kepada pemain muda, sehingga ia dinilai cocok untuk menjadi manajer MU karena sesuai dengan filosofi klub. Manchester United sendiri diberitakan baru bisa merekrut Southgate di akhir musim nanti.

Sang pelatih saat ini fokus untuk membawa The Three Lions menjadi juara di ajang Piala Eropa 2020 di musim panas nanti. Berdasarkan hasil Ingris di Piala Eropa nanti, masa depan Southgate akan ditentukan oleh FA.

Jika Inggris gagal memenuhi target yang diminat FA, maka Southgate kemungkinan besar akan dipecat dan bisa dibajak oleh MU. Manchester United juga memiliki sejumlah target lain di musim panas nanti. The Red Devils juga dirumorkan mendekati mantan manajer Tottenham, Mauricio Pochettino.

solskjaer MU

Solskjaer Dianggap Terlalu Berani Andalkan Pemain Muda

Liga Inggris – Sebuah peringatan dilontarkan oleh Charlie Nicholas kepada pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer. Legenda Arsenal itu menilai bahwa Solskjaer melakukan perjudian yang terlalu besar dengan mengandalkan pemain muda.

Semenjak diangkat sebagai pelatih tetapi Manchester United, Solskjaer mengambil sebuah keputusan yang terbilang berani. Dia mulai membangun skuat Manchester United dengan fondasi para pemain muda.

Namun sampai saat ini, performa Manchester United masih jauh dari kata memuaskan. Sempat mengalami periode yang sulit, namun performa The Red Devils mulai menunjukkan perbaikan dalam satu bulan terakhir.

Namun Nicholas percaya bahwa Solskjaer membuat perjudian besar dengan pemain muda. “Semua orang saat ini membicarakan mengenai beberapa manajer yang sedang berada dalam tekanan besar,” beber Charlie Nicholas yang dikutip Info Sepakbola Terkini.

Charlie Nicholas mengaggap bahwa masalah utama yang dihadapi oleh pemain muda adalah masalah konsistensi. Nicholas menilai jika inkonsistensi performa pemain muda ini bisa membuat Solskjaer dipecat dari jabatannya.

“Setelah pertandingan hari Sabtu kemarin selesai, kami mengatakan bahwa Marco Silva kemungkinan akan kehilangan pekerjaan lalu Manuel Pellegrini dan Unai Emery akan segera mengalami nasib serupa. Di pertandingan hari Minggu, performa 10 menit United berhasil menyelamatkan Ole Gunnar Solskjaer dari tiang gantungan. Namun masalahnya apakah ia bisa mendapatkan konsistensi dari pemain muda mereka?”

Nicholas juga menilai bahwa Manchester United saat ini berada dalam kondisi yang kacau sehingga berpotensi membuat Solskjaer mengalami kesalahan yang besar.

Manchester United akan melakoni sejumlah pertandingan padat setelah ini. The Red Devils akan berduel melawan Aston Villa di akhir pekan ini kemudian menghadapi dua bigmatch melawan Tottenham Hotspur dan Manchester City dalam jarak satu pekan saja.

Gerard Deulofeu watford

Deulofeu Pulang Ke Ac Milan Di Bulan Januari

Liga Italia – Klub raksasa Serie A, AC Milan akan mendapatkan tambahan tenaga di sektor penyerangan mereka di bulan Januari nanti. Tim berjuluk Il Diavollo Rosso itu diberitakan akan diperkuat mantan pemain mereka, Gerard Deulofeu.

Gerard Deulofeu itu pernah menghabiskan waktu setengah musim di AC Milan. Mantan pemain Barcelona dan Everton ini dipinjamkan Everton ke Il Diavollo Rosso di bursa musim panas tahun 2017 silam.

Pada saat itu AC Milan tidak mampu mempermanenkan jasa sang winger. Alhasil Deulofeu dijual ke klub lamanya, Barcelona. Sang pemain kemudian dijual lagi ke Watford pada tahun 2018 kemarin.

Info Sepakbola Terupdate mengklaim bahwa Deulofeu bakal mengakhiri kerjasamanya dengan Watford. Ia diberitakan bakal kembali memperkuat AC Milan di musim dingin nanti. Menurut laporan tersebut, Deulofeu sudah membulatkan tekad untuk hengkang dari Vicarage Road di bulan Januari nanti.

Sang winger merasa khawatir dengan nasib Watford musim ini. Ia menilai performa Watford saat ini cenderung mencemaskan dan berpotensi turun kasta di akhir musim. Itulah mengapa Deulofeu ingin hengkang dari Watford sebelum timnya terdegradasi di akhir musim nanti.

Laporan itu mengklaim bahwa Deulofeu sangat tertarik untuk kembali memperkuat AC Milan. Sang winger merasa cocok dengan atmosfer AC Milan. Ia merasa bahwa ia mendapatkan dukungan yang luar biasa selama enam bulan di San Siro.

Tidak hanya itu, Deulofeu merasa bahwa gaya bermainnya cocok dengan gaya permainan di Liga Italia Serie A. Untuk itu ia yakin bahwa bisa menjadi pemain yang hebat di AC Milan.

AC Milan diberitakan tidak perlu keluar uang terlalu besar untuk memboyong Deulofeu dari Watford. Walaupun sang winger kontraknya baru berakhir di musim panas tahun 2023, AC Milan hanya perlu membayar sekitar 25 juta Euro untuk mengamankan jasa pemain 25 tahun tersebut.

Ronald Koeman Barcelona

Ronald Koeman Bisa Gantikan Valverde Sebagai Manajer Barca

Liga Spanyol – Manajer asal Belanda, Ronald Koeman mengatakan bahwa ada kemungkinan dia bisa menjadi pelatih Barcelona di masa depan. Namun, hal itu tidak terjadi sebelum gelaran UEFA Piala Eropa 2020 bergulir.

Pria berusia 56 tahun itu menghabiskan enam tahun di Barca sebagai pemain lalu kemudian menjadi asisten Louis van Gaal dari tahun 1998 hingga 2000. Koeman kemudian sangat santer dikaitkan akan kembali ke Barca setelah membawa tim nasional Belanda tampil mengesankan.

Koeman mengambil alih kursi manajer De Oranje tahun lalu setelah mereka gagal lolos di Piala Dunia 2018. Tetapi sejak itu, ia mampu mengangkat prestasi Belanda, memimpin mereka ke final UEFA Nations League dan hampir lolos ke UEFA Piala Eropa 2020.

Beberapa waktu lalu, Koeman mengaku punya klausul khusus untuk menangani Barcelona di tahun 2020 mendatang. Ernesto Valverde saat ini sedang berada dalam tekanan besar dan Barca kemungkinan akan melakukan pergantian pelatih tahun depan.

Koeman mengatakan sangat mungkin jika dia akan menjabat sebagai manajer Barcelona. Namun, sang pelatih menegaskan tidak akan meninggalkan tim nasional Belanda sebelum gelaran UEFA Piala Eropa 2020.

“Saya mungkin akan mengisi posisi manajer Barcelona. Tetapi itu hanya akan terjadi setelah UEFA Piala Eropa 2020. Saya tidak tahu apakah saya akan terus bertanya soal ini di masa depan karena agak aneh untuk berbicara tentang kemungkinan pergi ke klub saat Anda menjadi pelatih Belanda” kata Roenald Koeman dalam info sepakbola Indonesia.

Tim nasional Belanda saat ini menjadi pemuncak klasemen Grup C kualifikasi UEFA Piala Eropa 2020. De Oranje mengumpulkan 15 poin dari 6 pertandingan. Jika mereka menang melawan Irlandia Utara, maka mereka dipastikan lolos ke putaran Final UEFA Piala Eropa 2020.

manchester united

Penyakit Lama Kumat, MU Selalu Kalah Di Kandang Lawan

Manchester United akhir-akhir ini punya satu kebiasaan buruk saat menjalani pertandingan tandang. Mereka kerap gagal menjaga gawang mereka dari kebobolan. Ketika melawan Bournemouth, kebiasaan buruk MU itu kembali terulang.

MU menghadapi Bournemouth di Vitality Stadium pada pekan ke-11 Premier League 2019/2020, Sabtu (02 November 2019) malam hari WIB. The Red Devils takluk 0 – 1 oleh gol semata wayang dari Joshua King di menit 45.

Sebelum ini, tim asuha Ole Gunnar Solsjkaer ini selalu menang dalam tiga pertandingan terakhirnya di semua ajang. Tiga pertandingan itu pun semuanya adalah pertandingan-pertandingan tandang.

Namun, antiklimaks tidak bisa dihindari. Penyebabnya, salah satunya adalah kegagalan barisan pertahanan dari tim besutan Ole Gunnar Solskjaer melapis sang benteng terakhir David De Gea dengan sempurna.

Pertandingan kali ini berjalan dengan tempo cukup lambat. Beberapa menit sebelum babak pertama berakhir, setelah kedua kesebelasan sama-sama saling serang, kebuntuan akhirnya pecah.

Gol dicetak oleh tuan rumah. Menerima crossing Adam Smith dari sisi kanan, King mengontrol bola, lalu mempercaya Victor Lindelof dan Aaron Wan-Bissaka, kemudian menaklukkan De Gea untuk mencetak gol yang kemudian menjadi pembeda.

Gawangnya kebobolan oleh King, berarti gawang Manchester United selalu kemasukan dalam 11 pertandingan tandang terakhirnya di Premier League. Ini menjadi salah satu rentetan pertandingan tandang tanpa clean sheet paling lama yang diperoleh MU di Premier League, setara dengan yang pernah mereka alami antara Agustus 2002 dan Januari 2003.

10-03-2019 Arsenal 2-0 MU (2018/202019)
02-04-2019 Wolverhampton 2-1 MU (2018/202019)
21-04-2019 Everton 4-0 MU (2018/202019)
05-05-2019 Huddersfield 1-1 MU (2018/202019)
20-08-2019 Wolverhampton 1-1 MU (2019/2020)
31-08-2019 Southampton 1-1 MU (2019/2020)
22-09-2019 West Ham 2-0 MU (2019/2020)
06-10-2019 Newcastle 1-0 MU (2019/2020)
27-10-2019 Norwich 1-3 MU (2019/2020)
02-11-2019 Bournemouth 1-0 MU (2019/2020).

Dalam data dari kabar dan jadwal sepakbola hari ini, Terakhir kali Manchester United meraih clean sheet dalam pertandingan tandangnya di Premier League adalah ketika melawan Fulham pada 9 Februari 2019. Waktu itu, The Red Devils menang tiga gol tanpa kebobolan.

laga Spanyol vs portugal di piala dunia 2018

Cetak Gol Untuk Timnas Portugal, Pemain Ini Diyakini Diving

Salah satu andalan Timnas Spanyol, yakni Gerard Pique merasa kecewa dengan terciptanya gol pertama untuk Timnas Portugal. Pemain ini menilai jika gol itu didapat karena Cristiano Ronaldo sudah diving di wilayah terlarang Spanyol.

Seperti yang diketahui, laga krusial dari grup B telah mempertemukan dua tim favorit di Piala dunia 2018, yakni timnas Portugal dan timnas Spanyol. Dalam laga itu, Portugal sukses unggul lebih. Seleccao memperoleh penalti setelah Nacho Fernandez disebutkan menyerang Cristiano Ronaldo di wilayah terlarang.

Cristiano Ronaldo di timnas Portugal

Sergio Ramos sendiri merasa jika Portugal sepantasnya tidak bisa mendapat penalti karena Ronaldo sudah melakukan diving. Pique juga mengatakan jika Ronaldo dengan sengaja jatuh di wilayah penalti Spanyol yang menjadikan Portugal diberikan sepakan penalti sebagai hadiah.

Di waktu yang bersamaan, Pique menilai jika Spanyol sejatinya dapat memenangkan laga tersebut karena mereka bermain dengan begitu dominan selama laga. “Kami mempunyai kesempatan lebih banyak dari tim lawan kami. Mereka hanya menciptakan tiga sepakan tapi mereka mencetak tiga gol.”

Lebih lanjut, Gerard Pique mengatakan jika laga tersebut sejatinya menjadi laga mereka, karena Spanyol dapat mendominasi. Akan tetapi, keputusan wasit yang dinilai sepihak menjadikan tim mereka merasa kecewa dan melakukan protes hanya akan memperburuk kondisi.

Laga yang memainkan timnas Spanyol dan timnas Portugal tersebut akhirnya usai dengan hasil seri. Hattrick Cristiano Ronaldo sukses dikejar dari dua gol Diego Costa dan satu torehan Nacho Fernandez.

Masuk Ke Grup E, Timnas Swiss Siap Tampil Mematikan di Piala Dunia 2018

timnas swiss 2018

Timnas Swiss secara mengejutkan masuk ke babak selanjutnya di Piala Dunia 2018. Padahal sebelumnya, mereka harus tampil di babak playoff zona Eropa kontra Irlandia Utara. Sukses dengan skor tipis, 1-0, Swiss melangkah maju ke Rusia walau tetap disebut harus memperbaiki penampilannya di babak lanjutan nanti.

Walau berhasil masuk, timnas Swiss selama babak kualifikasi tak tampil dengan baik. Bahkan Tranquillo Barnetta dan penggemar Swiss cemas karena mereka terlihat rapuh saat melawan Irlandia Utara pada putaran kedua playoff akhir tahun lalu.

Keraguan pada pendukung memang tak berlebihan. Beberapa kali Irlandia Utara terlihat menyerang ke lini pertahanan Swiss. Hampir saja Irlandia menang, namun keberuntungan masih di pihak Swiss dan mereka memenangkan laga tersebut dengan susah payah.

Barnetta, gelandang dari St. Gallen memaparkan jika performa di liga domestik Swiss seharusnya memberikan hal baik untuk timnas. Selama ini, Swiss memang sudah memiliki prestasi yang saat mereka jadi tuan rumah di Piala Dunia 1934, 1938 dan 1954. Namun, selama tiga kompetisi tersebut, format piala dunia masih memakai yang lama.

Masuk ke format modern, Swiss seolah jadi tim buangan. Mereka terhenti di Piala Dunia 1994. Swiss kemudian tampil di Piala Dunia 2006 di Jerman, Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan dan 2014 di Brasil.

Pelatih timnas yakni Vladimir Petkovic mengatakan jika perjuangan mereka masih sulit. Mereka harus kerja keras dan menjaga penampialn agar tampil tangguh di Piala Dunia 2018.

Timnas Swiss sendiri masuk di Grup E dengan timnas Brasil, timnas Kosta Rika dan timnas Serbia. Walau jadi tim unggulan di Piala Dunia 2018, Brasil ternyata bukanlah fokus utama Swiss. Petkovic mengatakan jika timnas Kosta Rika juga cukup berbahaya untuk timnya. Sementara timnas Serbia dihuni pemain berbakat. Itu sebabnya, persaingan di Grup E begitu sulit.

Berikut Kondisi dan Persiapan Terkini Neymar Jelang Piala Dunia 2018

persiapan Neymar di Piala Dunia 2018

Pemain Paris Saint-Germain, yakni Neymar Jr berupaya dengan keras agar tampil bugar jelang Piala Dunia 2018 mendatang. Sebelumnya, pemain termahal di dunia ini memag mengalami cedera parah yang membuatnya absen lama di klub.

Sekitar dua bulan yang lalu, Neymar menjalani operasi karena cedera tulang kaki yang patah. Saat ini, kondisi pemain ini sudah pulih dan kembali ke Perancis demi menjalani perawatan lebih lanjut.

Mantan pemain Barcelona tersebut memang mengakui ingin segera bermain dan kembali berlatih demi persiapan bersama timnas Brasil di Piala Dunia 2018 mendatang. Apalagi, dirinya merupakan salah satu andalan untuk timnasnya.

Pada Jumat kemarin, Neymar terlihat berada di bandara Le Bourget, Paris. Pemain timnas Brasil 2018 ini kemudian langsung pulang ke rumahnya di kawasan kota Paris. Rencananya, Ney akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di tanggal 17 Mei yang akan datang.

Ney juga memastikan jika dia akan ikut dalam sesi latihan timnas yang dilaksanakan pada tanggal 21 Mei di dekat Rio de Janeiro. Keadaan pacar Bruna Marquezine tersebut memang sudah lebih baik. Dirinya bahkan tak perlu menggunakan kruk sebagai alat bantu berjalan.

Pemain yang sudah menciptakan 19 gol dengan Paris Saint-Germain itu begitu percaya diri optimistis bahwa ia bisa tampil dalam ajang Piala Dunia 2018.

“Saya berharap saya tak hanya akan menyaksikan Piala Dunia di TV. Saya memiliki waktu banyak dalam bersiap. Proses pemulihan cedera saya berlangsung dengan baik. Saya akan bermain dengan baik,” ujar Neymar.

Pemain termahal di dunia ini begitu percaya diri akan menjadi salah satu pemain timnas Brasil 2018 dan tampil di Rusia. Itu sebabnya, dia tak ingin menghabiskan waktu dengan hanya terbaring tanpa mempersiapkan diri.

Sementara itu, timnas Brasil di Piala Dunia 2018 masuk ke Grup E dan akan berlaga dengan timnas Swiss, timnas Kosta Rika, dan timnas Serbia.

Gabriel Jesus, Penyerang Andalan Timnas Brasil di Piala Dunia 2018

Gabriel Jesus, Penyerang Andalan Timnas Brasil di Piala Dunia 2018

Nama Gabriel Jesus semakin gencar disebutkan sebagai pemain lini depan timnas Brasil 2018. Dirinya bahkan menjadi pilihan dalam dua laga yang terakhir, saat mereka bermain di laga uji coba sebelum Piala Dunia 2018 melawan timnas Rusia dan Jerman di bulan Maret yang lalu. Pelatih Brasil, yakni Tite sepertinya sudah memberikan tempat tersebut pada pemain muda 21 tahun itu.

“Dia sangat gedit. Dia seperti binatang yang kuat,” papar Tite saat melihat performa Gabriel Jesus di timnas pada 2016 lalu. Saat itu, dirinya memang baru menjadi pelatih di empat laga timnas memasuki babak kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Amerika Selatan dan usai dengan hasil memuaskan. Dari empat laga, Jesus suskes menciptakan empat gol, padahal dia baru berumur 18 tahun.

Kemampuan pemain muda ini sepertinya memang sudah ada sejak kanak-kanak. Dibesarkan dalam Jardim Peri di Sao Paulo, Gabriel kecil tak langsung dapat latihan di lapangan sepak bola yang baik. Dia menghabiskan waktu berlatih dalam lapangan berdebu dan tak memadai. Pelatihnya saat itu, José Francisco Mamede, masih ingat penampilan pemain ini kala berlatih di lapangan itu untuk kali pertama.

“Ia datang dengan memakai sandal jepit. Berumur sekitar delapan tahun. Pada laga pertama, dirinya berhasil menciptakan gol dan membawa bola melewati tiga pemain yang lebih besar darinya. Dia memainkannya dengan baik dan gampang,” ujar Mamede.

Selain bakat, Mamede pun merasakan jika Gabriel bermain dengan telaten. Walau di lingkungannya banyak anak yang masuk ke pergaulan buruk, tapi dirinya bisa fokus dalam bermain bola.

Masih menurut Mamede, Gabriel dapat dikatakan tidak pernah melewatkan latihan atau laga. Dia selalu tampil, sebenarnya saat itu dirinya bersaing dengan 10 pemain yang lebih baik, namun karena keuletannya, akhirya Gabriel terpilih.

Pemain muda ini juga selalu mengingat lokasi berlatihnya sejak kecil. Ia menilai, di klub kecil Mamede tersebut, bola dimainkan sangat keras memang. Pasalnya, mereka berasal dari kalangan pemukiman padat penduduk. Bahkan, banyak dari mereka melakukan tackle demi mematahkan kaki dan merebut bola.

Akan tetapi, Gabriel mengaku beruntung dapat berlatih di klub tersebut. Dari sana, dia dapat memiliki karakternya sebagai pemain. Dengan semua bakatnya, dia kemudian berhasil masuk ke klub amatir, Associação Atlética Anhanguera saat remaja. Selama di sana, dia bermain dengan baik dan menciptakan 54 gol dari 48 laga. Di tahun 2013, klub Palmeiras kemudian membelinya. Dan berhasil masuk ke tim intinya.

Di Maret 2015 lalu, dia melaksanakan debut di tim tersebut. Pada musim awalnya, Gabriel sukses menciptakan empat gol dan tiga assist dari 20 kali penampilannya.

Selama musim keduanya, performa Gabriel kian apik. Dia sukses memperkuat Palmeiras merebut gelar juara Liga Brasil dengan catatan 12 gol dan lima assist dari 27 laga. Gelar tersebut merupakan prestasi terakhir untuknya di sana, sebelum kemudian pindah ke Manchester City.

Di tahun 2017,  dirinya memang gabung ke The City dengan harga 32 juta euro. Walau masih terbilang baru di sana, dirinya sudah menciptakan tujuh gol dan empat assist dari sembilan laga. Dan saat ini, memasuki musim keduanya, Gabriel sudah membawa tim meraih gelar juara Liga Inggris dengan catatan 11 gol dan tiga assist dari 25 laga. Ditambah dengan empat gol saat tampil di ajang Liga Champions.

Dengan segala kemampuan dan prestasi itu, wajar jika pelatih timnas Brasil, Tite memasukkannya di posisi lini depan Timnas Brasil 2018 dengan Neymar. Bersama timnas, Gabriel sudah membukukan sembilan gol dari 15 laga.

Timnas Brasil di Piala Dunia 2018 sendiri masuk ke grup E yang dihuni timnas Swiss, Kosta Rika, dan Serbia. Apakah prestasi mentereng kembali dicatatkan Gabriel Jesus dalam kompetisi di Rusia Juni nanti? Layak untuk kita tunggu.

Tiga Pemain Timnas Brasil yang akan Absen di Piala Dunia 2018

Piala Dunia 2018 tinggal sebulan lagi. Semua negara yang lolos ke Rusia pastinya sudah mempersiapkan diri dengan baik, tak terkecuali timans Brasil. Tim Samba sendiri merupakan unggulan karena terdiri dari pemain bintang, sampai-sampai sang pelatih yakni Tite dilema dalam menentukan siapa yang akan dibawa ke Rusia nanti.

Tite memang belum merilis skuad timnas Brasil 2018 final yang akan dimainkan di Rusia nanti. Dari 23 nama yang sudah dipersiapkan, masih ada delapan nama yang belum dimasukkan. Dengan banyaknya pemain andalan Brasil, pastinya akan ada nama lainnya yang tak akan masuk ke timnas Brasil di Piala Dunia 2018.

Berikut tiga pemain yang diprediksi tak absen di Piala Dunia :

  1. Danilo

skuad timnas Brasil 2018

Salah satu bek Manchester City ini sepertinya tidak akan masuk dalam skuad timnas Brasil 2018 oleh Tite. Alasannya karena Danilo selama musim ini tidak tampil gemilang. Dirinya diyakini akan kalah saing dengan Kyle Walker di lini kanan. Bahkan, dirinya juga harus bersaing dengan Fagner dan Rafinha jika ingin memperkuat timnas.

  1. David Luiz

skuad timnas Brasil 2018

Luiz sejatinya adalah salah satu pemain andalan Brasil selama ini. Tapi, tempatnya saat ini mulai diisi pemain lain. Sejak akhir 2017 lalu, dirinya sudah kesulitan menjadi starter di klub. Luiz jarang tampil dengan Chelsea apalagi setelah sering absen karena cedera. Tanpa Luis, Brasil akan memilih Thiago Silva, Marquinhos, serta Miranda.

  1. Alex Sandro

skuad timnas Brasil 2018

Sebenarnya, Alex Sandro masih tampil apik di klubnya, Juventus, tapi di timnas, dirinya seolah tak dianggap. Jarangnya Alex Sandro bermain sebagai bek kiri di timnas dikarenakan terlalu banyak saingan. Selama ini, Tite lebih memilih Marcelo dan Felipe Luis.

Brasil sendiri menjadi salah satu unggulan di Rusia nanti. Timnas ini mengisi Grup E dan akan melawan timnas Swiss, Serbi dan Kosta Rika. Laga Brasil VS Kosta Rika menjadi salah satu yang dinantikan di grup ini.